Tampilkan postingan dengan label Suzuki. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Suzuki. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 Mei 2015

Dibalik Pemakai Nama Satria

Roda Botak - PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) baru saja meluncurkan Satria F115 Young Star. SIS mengaku ada alasan khusus di balik penggunaan nama Satria pada sepeda motor terbaru bermesin 115 cc itu.

Sebelumnya, nama Satria besutan SIS terkenal dengan larinya yang kencang karena dibekali mesin 150 cc DOHC. Namun, ketika muncul sepeda motor terbaru Satria F115 Young Star, tak sedikit yang menganggap Satria turun kelas.

Menanggapi anggapan itu, Endro Nugroho selaku Senior Director Marketing 2W SIS mengaku punya alasan khusus. Menurutnya, nama Satria dipakai pada motor 115 cc itu karena nama itu sudah dikenal publik sebagai motor bebek kencang.

“Kenapa pakai nama Satria juga? Karena produk itu sudah terlanjur dikenal publik. Jadi kalau ada produk yang sudah dikenal masyrakat dan produk itu benar-benar sudah baik dengan persepsi yang positif, itu nilai plus yang harus kami pertahankan,” ungkap Endro, Jumat (22/5/2015).

Dihimpun dari pelbagai sumber, hal yang serupa juga pernah dilakukan SIS sebelumnya. Tahun lalu, SIS menghentikan produksi seluruh varian Suzuki Shogun dan menggantinya dengan Suzuki Axelo.

Meski nama Shogun masih ditempelkan pada logo Axelo, serta ditambah perbaikan di beberapa sektor, namun kenyataannya popularitas Axelo tak sebesar Shogun Series.

Tapi, khusus pada sepeda motor terbaru Satria F115 Young Star, Endro mengaku ingin menjadikan Satria sebagai klan baru SIS yang identik dengan motor kencang. Sehingga meski kapasitas mesinnya diturunkan, SIS ingin meyakinkan konsumen bahwa motor seharga Rp16,5 juta adalah motor terkencang di kelas 115 cc.

Minggu, 12 April 2015

Inikah Wujud Baby Satria FU 115 Cc?

RodaBotak - Sepeda motor Suzuki terbaru yang santer disebut Baby Satria FU kabarnya tengah dikembangkan oleh PT Suzuki Indomobil Sales (SIS). Desainnya dipastikan mirip Satria FU namun dengan spesifikasi mesin yang diturunkan.

Berdasarkan penelusuran di berbagai laman blog otomotif Tanah Air, telah beredar gambar sepeda motor Suzuki yang disebut-sebut sebagai Baby Satria FU. Gambar itu tersebar bersama foto surat undangan untuk para mekanik agar menghadiri pelatihan servis produk terbaru itu.

Pakar otomotif, Iwan Banaran, dalam lamannya, Rabu (7/4/2015), menyebutkan produk terbaru SIS itu diberi kode FJ115 FI. Dari kode tersebut, dapat ditarik kesimpulan mesin yang digunakan berkapasitas 115 cc dengan teknologi fuel injection.

Spesifikasi itu sangat mirip dengan Suzuki Raider 115 yang beberapa tahun belakangan sudah beredar di Vietnam.

Sumber tepercaya Iwan dari kalangan SIS bahkan menyebutkan sepeda motor terbaru itu memakai mesin yang sama persis dengan mesin Suzuki Shooter. Hanya, SIS akan melakukan beberapa setelan dalam beberapa bagian agar performanya lebih mengentak.

“Mesin sama dengan Shooter 115, cuma ada sedikit ubahan,” kata dia.

Seperti diketahui, Suzuki Shooter menggunakan mesin empat tak satu silinder SOHC yang mampu memuntahkan tenaga sebesar 9,2 hp pada putaran 7.500 rpm dengan torsi puncak 9,10 Nm pada 6.500 rpm.

Jika melihat spesifikasi tersebut, tentu tenaga yang dihasilkan akan jauh berbeda dari Suzuki Satria FU. Mesin yang digunakan sepeda motor terlaris SIS itu telah mengusung mesin 150 cc berteknologi DOHC. Untuk memaksimalkan performanya, SIS juga sengaja belum membenamkan teknologi fuel injection pada sepeda motor “ayam jago” itu.

Dari gambar yang beredar, tampak lampu depan produk terbaru SIS FJ115 FI memiliki lampu depan yang mirip dengan generasi pertama Satria FU. Namun satu hal yang paling menarik perhatian adalah suspensi belakang yang ternyata masih menggunakan dual shockbreaker.

Meski gambar sepeda motor Suzuki dengan kode FJ115 FI Baby Satria FU telah beredar luas, belum ada tanggapan resmi dari pihak SIS. Namun jika melihat gelagat Suzuki yang telah melakukan training kepada para mekaniknya, diprediksi produk itu meluncur sekitar satu hingga dua bulan mendatang.

Jumat, 10 April 2015

Persaingan Sengit Sepeda Motor 150cc

RodaBotak - Sepeda motor merupakan kendaraan roda dua yang diciptakan untuk memudahkan manusia dalam beraktivitas. Sejatinya, sepeda motor merupakan alat transportasi dengan bentuk sederhana yang lebih efisien ketimbang kendaraan roda empat atau lebih.

Seiring perkembangan zaman dan majunya teknologi, motor kini tak hanya melulu bicara soal alat transportasi, melainkan juga digunakan untuk menunjang jati diri seseorang yang membesutnya. Atas 
kebutuhan itu, banyak produsen kemudian menciptakan berbagai jenis motor mulai dari yang paling sederhana hingga paling mewah sekalipun.

Ada enam jenis motor yang kita ketahui selama ini, yakni motor sport, road bike sport, cruiser, trail/off-road, moped/bebek dan skuter matik (skutik). Semua jenis itu tentu berbeda, sesuai dengan karakter yang disuguhkan pabrikan menjawab kebutuhan konsumennya.

Saat ini, di Tanah Air, motor dengan kapasitas mesin 150cc rupanya tengah populer. Kondisi ini tentu berbeda dengan beberapa tahun lalu, di mana motor dengan kapasitas 125cc yang menjadi idolanya.

Ada sejumlah alasan mengapa tren ini lambat laun terus mengalami transformasi. Salah satunya ialah permintaan publik terhadap motor dengan ukuran lebih besar dari yang terdahulu. Lantaran ukurannya 
yang besar, otomatis, kapasitas mesin pun ditambah, seperti halnya motor dengan mesin 150cc.

Banyak orang beranggapan jika motor dengan mesin lebih besar dapat menaikkan gengsi si empunya motor. Selain itu, tenaga motor dengan mesin 150cc lumayan besar namun tetap efisien dalam hal konsumsi bahan bakar alias masih irit.

Kuda hitam penjualan

Berdasarkan data yang disampaikan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan motor di kelas 150cc terus mengalami peningkatan dan menjadi 'kuda hitam' di tengah penjualan skutik yang 
laris manis.

Sebagai contoh, Yamaha dengan V-ixion selama Februari 2015 mampu terjual sebanyak 26.545 unit, R15 sebanyak 9.735 unit dan Byson 1.246 unit. 

Tak hanya itu, kehadiran model baru matik 150cc Yamaha, yaitu N-Max, rupanya juga langsung disambut hangat konsumen dengan torehan penjualan mencapai 1.916 unit di bulan Februari.

Sementara berkaca pada seteru abadinya, Honda, pihaknya berhasil menjual CB150R StreetFire dengan angka penjualan 7.234 unit, diikuti Honda Verza 150 dengan 5.683 unit dan New Honda MegaPro FI 991 
unit. Di segmen skutik 150cc, Honda PCX mampu terjual selama Februari sebanyak 623 unit. Angka itu belum termasuk dengan Vario 150 yang saat ini tengah digandrungi masyarakat.

Menurut Pengamat Otomotif, Suhari Sargo, saat ini memang era motor bermesin 150cc untuk berjaya. Terlebih, motor dengan kapasitas lebih besar cocok dengan karakter masyarakat pekerja di Indonesia dan memiliki keunggulan dalam hal penampilan serta mampu menampung beban berat.

"Motor 150cc terus diminati, apalagi dengan banyaknya pabrikan yang mengeluarkan produk motor 150cc. Motor ini dipilih karena masih tepat untuk digunakan harian, karena memiliki kecepatan (tenaga) yang 
cukup dan dapat melibas jalur-jalur macet," kata Suhari Sargo.

Selain itu, motor-motor dengan mesin 150cc pun dibanderol dengan harga yang terjangkau hingga dapat memantik pelanggan untuk membelinya. 

"Motor dengan harga murah (terjangkau), tapi bisa cepat larinya atau mesinnya juga sama dengan yang lebih mahal pasti akan diminati," kata dia.

Yamaha: 150cc Menguntungkan

Produsen otomotif berlogo Garpu Tala di awal tahun 2015 sudah menggebrak pasar motor nasional dengan dua senjata andalannya 
di kelas 150cc, yakni Nmax dan MX King 150. Dua motor itu melengkapi tiga 'senjata' lainnya yang juga bermesin 150cc, yakni Vixion, R15 dan Byson.

Menurut Assistant General Manager (GM) PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Mohammad Masykur, pilihan 150cc dilakukan pihaknya karena besarnya potensi bisnis yang ada di kelas tersebut. 
Terlebih, dewasa ini pasar motor cenderung mengarah ke-cc yang lebih besar.

"Ya, kami prediksi seperti itu. Kami sudah melakukan survei, nantinya pasar roda dua akan menginginkan cc yang lebih besar, seperti 150cc," ujar Masykur.

Masykur menjelaskan, salah satu pertimbangan bagi pabrikan untuk mengeluarkan motor berkubikasi lebih tinggi lantaran banyak orang yang sudah bosan dengan model terdahulu yang biasanya dijejali 
mesin berkapasitas kecil. 

"Seiring meningkatnya perekonomian, banyak warga utamanya kaum pria merasa perlu menopang kebutuhan sehari-harinya dengan motor bermesin lebih besar," kata Masykur.

Tak heran, jika kemudian pihaknya mengaku optimistis dengan beberapa motor Yamaha yang menggendong mesin berkubikasi 150cc, terlebih motor-motor itu diklaimnya sudah disematkan teknologi terbaru dan pengadopsian standar emisi kendaraan bermotor Euro3. 

"Di 2015, kita akan ubah sistem bahan bakar menjadi Euro3. Pelaksanaannya antara bulan Januari-Agustus, termasuk MX. Jadi, Anda bisa hitung berapa yang belum diinjeksi agar bisa Euro3," paparnya.

Senada dengan Yamaha, pabrikan motor Suzuki juga mengatakan jika segmen 150cc memang sangat menggiurkan. Maka itu, tak ayal jika banyak pabrikan di Tanah Air yang berlomba-lomba menghadirkan 
motor di kelas tersebut.

Menurut GM Marketing 2W Suzuki Indomobil Sales (SIS), Yohan Yahya, hal itu bisa dibuktikan dengan penjualan Satria 150 FU-nya yang hingga kini terus diminati masyarakat. Suzuki pun mengaku tidak takut jika penjualan Satria 150 FU-nya akan terancam dengan maraknya pendatang baru di kelas 150cc dari sejumlah kompetitor.

"Kami sambut positif. Artinya, Satria bisa mengajak produsen lain untuk "bermain" (underbone) di cc lebih besar," ujar Yohan Yahya.

"Yang pasti, nanti trennya orang (konsumen) akan mulai melirik ke cc lebih besar. Sebab, mungkin banyak yang sudah jenuh dengan motor ber-cc kecil," kata Yohan.

"Kita jangan berbicara jalanan macet, atau tidak. Yang pasti, ke depan public transportationakan semakin baik. Jadi, mobil akan digunakan di akhir pekan, atau tidak digunakan untuk beraktivitas. Sementara motor, akan jadi hobi."

Rencana baru Honda

Baru-baru ini, Honda baru saja membuka selubung motor terbarunya yang dijejali mesin 150 cc. Motor itu yakni Vario 150 eSP yang hadir dari keluarga matic Honda. Motor itu sengaja ditetaskan dengan harapan Honda tetap berkuasa di Indonesia.

"Skutik Vario terbaru ini memungkinkan Honda untuk meraih pangsa pasar yang lebih baik pada tahun 2015," kata Executive Vice PresidentAstra Honda Motor (AHM), Johannes Loman.

Di kelas 150cc, Honda diketahui memiliki beberapa andalan, yakni PCX, CB150 StreetFire, Verza, New Megapro, CBR150R dan Honda Vario 150. Tak hanya itu saja, santer terdengar jika Honda bakal meluncurkan motor terbaru 150cc di kelas underbone. 

Kehadiran motor terbaru ini disebut-sebut merupakan penerus dari Honda CS1 dan Sonic yang telah disuntik mati. Nantinya, motor ini disiapkan Honda untuk menghentikan kedigdayaan Satria 150 FU, dan 
menjegal Yamaha MX King 150cc.

Hal itu dipastikan Deputy General Manager Sales Division PT AHM, Thomas Wijaya. Menurut dia, model terbaru ini akan segera melakoni debutnya tahun ini. Namun demikian, dirinya belum bisa merinci secara detil kapan kehadiran motor tersebut.

“Belum dalam waktu dekat. Saat ini kami masih melakukan studi. Tetapi, mudah-mudahan sih bisa tahun ini diluncurkan,” kata Thomas.

Menurut Thomas, meski di segmen 150 cc seperti halnya Suzuki Satria 150 FU pasarnya menurun, namun permintaan akan produk di kelas tersebut hingga saat ini masih tinggi. Maka itu, Honda pun berusaha 
memberikan pilihan kepada konsumen agar produk-produknya mendapatkan tempat di Tanah Air.

“Karena kita melihat adanya kebutuhan akan motor 150 cc yang slim dan speedy. Dan ini kebanyakan konsumennya anak muda,” ucap Thomas. “Kalau CB150R kan semi premium-lah, Verza entry-level, dan yang ini (motor baru) lebih ke arah anak muda,” terang Thomas.

Selasa, 31 Maret 2015

Suzuki Patenkan PenggunaanTurbocharger pada Motor

Roda Botak - Pabrikan Suzuki mematenkan penggunaan sistem turbocharger yang dipakainya ke sepeda motor konsep. Hal ini dilakukan untuk terus mengembangkan teknologi sumber tenaga yang digunakan pada kendaraan roda dua.

Seperti dikutip dari Motorcycle.com, Selasa (31/3/2015), peranti penambah tenaga ini rencananya dipasang pada motor konsep Suzuki Recursion. Motor ini sebenarnya sudah diperkenalkan ke publik pada perhelatan Tokyo Motor Show 2013 Jepang, namun saat itu belum jelas penggunaan turbonya.

Motor sport dengan berat 174 kg ini mengandalkan mesin paralel-twin 588 cc dengan turbo-intercooler. Tenaga yang dihasilkan mencapai 99 hp.

Turbocharger diletakkan di bagian depan mesin, persisnya di bawah radiator. Sementara intercoller diletakkan agak ke belakang, di bawah jok pengemudi. Walaupun posisinya di bawah, Suzuki memberi bodi tambahan agar tetap terlindungi.

Meski mesin dengan sistem turbonya sudah dipatenkan, namun Suzuki belum menyebutkan kapan Recursion masuk jalur produksi.

Jumat, 27 Maret 2015

Ini Detail Teknologi Turbo Sepeda Motor Suzuki

Roda Botak - Suzuki sudah memastikan bakal bersaing dengan Kawasaki Ninja H2 dengan menghadirkan sepeda motor bermesin turbo, beberapa waktu lalu. Keseriusan itu semakin jelas saat Suzuki mengajukan paten teknologi di balik konsep Recursion kepada lembaga pematenan produk Amerika Serikat (USPTO).

Dijelaskan, Recursion yang pertama kali muncul di Tokyo Motor Show 2013 akan menggunakan jantung 588cc pararel kembar dengan turbo dan intercooler. Paten yang diajukan bukan berarti sepeda motor segera diproduksi, namun dianggap sebagai langkah penting agar cepat terealisasi.

Detail pematenan mesin turbo sepeda motor Suzuki.

Tidak seperti Kawasaki H2 dan H2R yang meletakkan supercharger di belakang silinder, Suzuki menempatkan peranti turbo di depan mesin dan di bawah radiator.

Aliran gas buang dari header digunakan untuk memutar turbin demi menekan asupan udara. Selanjutnya, udara dengan tekanan tinggi itu mengalir sampai ke intercooler yang terletak di bawah jok bagian depan.

Dari paten itu juga terungkap bahwa Suzuki akan menggunakan intercooler ganda. Sementara desain bodi berbeda dengan konsep Recursion yang dipamerkan di Tokyo. Di dokumen pematenan, lampu utama bermodel ganda, sedangkan konsep awal berlampu tunggal.

Belum diketahui, bagaimana Suzuki akan menambahkan komponen bodi di sekitar mesin. Namun ada kemungkinan produsen yang saat ini sedang membangun image lewat berbagai hal termasuk ikut serta kembali di MotoGP itu tetap mempertahankan model seperti konsep awal.

Suzuki V-Strom 1000 Menggunakan Teknologi VVT?

Roda Botak - Pabrikan kendaraan roda dua, Suzuki, dikabarkan sedang meriset mesin terbaru untuk V-Strom 1000. Rencananya kuda besi tersebut akan dipasangkan mesin berteknologi variable valve timing (VVT).

Mengutip dari laman Autoevolution, pabrikan asal Hamamatsu, Jepang tersebut sebenarnya sudah tertarik dengan teknologi ini sejak 2004. Bahkan Suzuki telah membuat paten wave-shaped cam shaft dengan desain khusus yang beraksi sesuai dengan proses buka-tutup katup.

Suzuki baru kembali serius mengerjakan proyek ini setelah melihat keberhasilan Ducati. Pabrikan asal Italia tersebut ternyata sukses di pasaran dengan mesin motor yang dilengkapi dengan VVT.

Berdasarkan sumber terpercaya dari Suzuki, keuntungan penggunaan VVT pada mesin motor adalah memacu kinerja mesin secara konstan sesuai dengan putaran dan kinerja buka-tutupthrottle. Selain itu, disebutkan pula teknologi ini sanggup meningkatkan kekuatan mesin sampai 6 persen dan menghemat bahan bakar hingga 20 persen.

Belum dipastikan kapan mesin ini akan disematkan pada V-Strom 1000. Mari dinantikan saja sepak terjang Suzuki dalam mengembangkan mesin tersebut.