Tampilkan postingan dengan label matik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label matik. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 April 2015

Kapan Saat yang Tepat Mengganti V Belt Motor Matik?

Roda Botak - Tak dipungkiri sepeda motor matik kini telah merajai jalanan di Ibu Kota. Praktis dan tidak ribet menjadi alasan motor matik laku keras. Namun motor matik juga bukan tanpa masalah.

Perawatan dan pemeriksaan berkala tetap diperlukan bagi para pemilik motor matik guna menjaga performanya. Salah satu komponen yang sering lolos dari perhatian adalah v beltatau ada yang menyebutnya drive belt.

V belt merupakan komponen yang berfungsi meneruskan putaran pulley bagian depan (mesin) menuju pulley bagian belakang (roda). Mudahnya, v belt ini berperan seperti rantai pada sepeda motor manual.

Jika pada rantai motor manual cukup diberikan pelumas, maka v belt pada motor matik tak dapat dilakukan hal serupa mengingat posisinya yang tertutup. Namun perawatan v belt tetap perlu dilakukan.

Menurut Asta-Honda, dianjurkan pemeriksaan rutin ruang CVT (Continuously Variable Timing) setiap 8.000 kilometer. Lalu rutin bersihkan ruang CVT dari debu dan kotoran dengan udara bertekanan. Lakukan juga pemeriksaan visual pada kondisi ban penggerak terhadap keretakan atau getas.

Lalu bagaimana tanda-tanda v belt memang harus diganti? Tanda-tanda v belt pada motor matik memang harus diganti yakni akan terasa getaran kencang saat kendaraan berjalan. Jika dalam kondisi parah, kendaraan akan berjalan tersendat-sendat.

Jadi dianjurkan, ketika pemakaian sudah melewati batas maksimum, v belt lebih baik harus segera diganti. Lantas sebenarnya kapan waktu yang tepat dalam mengganti v belt pada motor matik? Masih dalam anjuran yang dikeluarkan Astra-Honda, v belt harus diganti setelah menempuh jarak 24 ribu kilometer.

Kamis, 09 April 2015

Kecenderungannya Masyarakat Ingin Punya Motor Matik & Sport

RodaBotak - Permintaan sepeda motor matik atau skutik sangat tinggi, dan mendominasi pasar roda dua beberapa tahun terakhir. Meski demikian, pasar skutik tidak menggerus segmen motor sport.

Kecenderungan saat ini konsumen memiliki dua motor sekaligus. Motor matik dijadikan motor utama untuk menunjang aktivitas sehari-hari sedangkan motor sport sebagai motor kedua digunakan pada saat-saat tertentu.

"Kalau saya lihat orang-orang yang memakai motor sport itu lebih kepada selera, hobi, dan memang untuk penggunaan jarak jauh bukan harian, atau orang yang suka memanfaatkan waktu libur dengan berjalan-jalan. Matik menggerus sport itu tidak mungkin. Masing-masing punya segmennya. Bahkan kecenderungannya orang punya dua motor. Matik yang pertama sport motor keduanya, tapi bisa juga sebaliknya," ujar Wiyarto Mulyono, Corporate Communication Department Head PT Wahana Makmur Sejati (WMS), kemarin.

Setinggi-tingginya permintaan skutik, tegas dia, motor sport tetap mempunyai penggemar tersendiri.

"Kebetulan saya dekat dengan komunitas motor, jadi saya mempelajari hal tersebut. Katakanlah satu anggota punya Honda Tiger tapi dalam kesehariannya mengendarai motor matik. Dari situ jelas motor bebek atau matik tidak akan menggerus sport. Ada juga anggota komunitas bebek dan matik dia mau punya sport," terangnya.

Seperti diketahui, saat ini honda mempunyai beragam produk tipe sport, seperti CBR150R, CB150R Street Fire, CBR250, CBR250R ABS, MegaPro, dan Verza 150.

Bila mengacu dari data penjualan sementara yang dimiliki oleh PT WMS sebagai diler utama sepeda motor Honda untuk wilayah Jakarta-Tangerang, penjualan motor sport menunjukkan tren yang positif periode Januari sampai Maret.

"Dari seluruh produk sport penyumbang terbanyak, yakni CB150, selain itu Verza dan MegaPro. Total kontribusi motor sport untuk penjualan lebih dari 10 persen," pungkasnya.