Kamis, 30 April 2015

Apa Sebab Rem Motor Berdecit

Roda Botak - Perangkat rem merupakan komponen penting yang menunjang keselamatan pengendara dan penumpang sepeda motor. Rem dirancang oleh pabrikan untuk bisa menahan laju kendaraan sesuai kebutuhan pengendara dan jenis motornya.

Namun, ada kalanya panahan laju motor ini tidak bekerja sempurna, salah satu terdengar bunyi berdecit. Ini menjadi tanda bahwa terdapat masalah. Pengendara sebaiknya mengetahui apa saja penyebab bunyi tersebut. 

"Bunyi berdecit biasanya timbul karena gesekan antardua benda yang keras dan licin. Pada kasus rem cakram, kemungkinan timbul suara itu karena gesekan kampas rem (brake pad) yang sudah aus atau habis dengan pelat logam. Sehingga, pelat logam yang mengikat kampas bersentuhan langsung dengan cakram," ujar M Abidin, GM Service dan Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

Dia menambahkan, suara ini bisa juga terjadi akibat kampas mengeras karena panas yang timbul saat rem bekerja atau saat pengendara motor melakukan pengereman dengan keras.

"Lakukan pengecekan terlebih dahulu. Jika kondisinya masih baik (tebal) biasanya cukup diamplas atau dikikir menggunakan kikir halus agar permukaan kampas menjadi kasar dan lebih menggigit permukaan cakram. Jika sudah tipis sebaiknya diganti sesuai standar pabrikan," pungkasnya.

Waktu Yang Efektif Memanaskan Mesin

Roda Botak - Sudah menjadi kebiasaan banyak orang, ketika akan memulai perjalanan, sepeda motor terlebih dahulu ”dipanasi”, dengan membiarkan stasioner dalam jangka waktu yang bervariasi. Apalagi sepeda motor sudah didiamkan dalam waktu yang lama (lebih dari 5 jam). Namun untuk sepeda motor injeksi, memanasi hendaknya tidak dibuat jadi agenda wajib.

Sarwono Edi, Technical Service Training Manager PT Astra Honda Motor (AHM), menjelaskan, sepeda motor injeksi sudah jauh lebih ”pandai” ketimbang yang menggunakan karburator. Kebutuhan bahan bakar untuk mesin sudah diatur oleh Engine Control Module (ECM) dan tak perlu menarik handel gas ketika dipanasi.

”Cukup 30 detik dan maksimal 1 menit. Biarkan stasioner saja, dan oli sudah dapat bersirkulasi dengan baik pada putaran mesin stasioner. Tidak perlu digeber-geber karena akan sia-sia,” ujarnya kepada, Selasa (22/4/2014).

Dengan memanaskan mesin tak lebih lebih dari satu menit, menurut Sarwono ada beberapa keuntungan. Pertama, mesin sudah mendapat sirkulasi oli dengan baik. Kedua, suhu mesin sudah cukup hangat untuk melakukan perjalanan (running), dan ketiga, efisien dalam penggunaan bahan bakar atau tidak banyak terbuang percuma saat dipanasi.

Sia-sia
”Kalau terlalu lama (memanasi), bensin terbuang sia-sia. Sayang, lebih baik dibuat jalan. Lalu ada kemungkinan komponen lain seperti knalpot akan mengalami panas berlebihan. Bahkan bisa merusak cat knalpot tersebut,” jelasnya.

Andai tak dipanaskan pun, Sarwono berani menggaransi sepeda motor injeksi sudah siap diajak lari. Gejala ”brebet” ketika kurang panas, seperti yang sering dialami sepeda motor dengan karburator akan sangat jarang terjadi.

Salah satu bukti konkret, keberadaan tuas choke yang dulu dipasang untuk membantu ketika mesin sulit dihidupkan, kini sudah tak digunakan lagi. Bahkan saat ini keberadaannya sudah cukup langka untuk sepeda motor model baru. Pria ramah itu pun mengatakan bahwa sepeda motor fuel injection tidak memerlukan choke ,karena sudah mempunyai sensor yang mendeteksi suhu mesin, sehingga mudah dihidupkan.

Rabu, 29 April 2015

Bridgstone Siapkan Ban Khusus Untuk Rossi

Roda Botak - Melihat permukaan aspal Sirkuit Jerez, Spanyol yang relatif mulus dan karakter lintasan dengan tikungan lebar, Bridgstone merekomendasikan tiga jenis ban untuk dipakai. Salah satu produsen ban terbesar di dunia itu menganjurkan Valentino Rossi bisa menggunakan ban keras, lembut dan ekstra keras.

Manajer pengembangan Bridgstone, Shinji Aoki mengatakan, tiga jenis ban itu direkomendasikan untuk dipakai pada balapan yang digelar di Minggu 3 Mei 2015 malam WIB. "Jerez adalah trek dengan tata letak bervariasi. Sehingga kami menyediakan tiga jenis ban dengan materi karet elastis untuk ban belakang," kata Aoki mengutip situs MotoGP, Rabu (29/4/2015).

Kendala yang muncul diperkirakan adalah suhu lintasan yang cukup tinggi. Bridgstone pun mensiasati dengan penggunaan material kompon yang punya daya tahan agar karet tidak mudah terkikis.

"Alokasi ban untuk sirkuit ini harus punya daya tahan tinggi. Secara historis, Jerez adalah sirkuit yang cukup panas sehingga ban di sana perlu didesain untuk suhu berlebihan," imbuhnya.

Manajemen ban menjadi hal yang sangat krusial bagi pembalap. Keputusan Rossi menggunakan ban ekstra keras di GP Argentina terbukti sukses menyingkirkan Marc Marquez yang memilih menggunakan ban keras biasa.

Penyebab Kopling Motor Menjadi Keras

Roda Botak - Motor sport dan motor bebek masih mengandalkan sistem transmisi manual untuk menyalurkan tenaga mesin ke penggerak roda. Ada kalanya gir atau transmisi tak bekerja maksimal, seperti terjadi keras dan selip kopling.

Pemilik bengkel modifikasi Chemonk Modified, Andri Irwan, menerangkan, ketika gir keras atau terjadi selip kopling biasanya pengendara merasa ada jeda saat proses pemindahan dari percepatan satu ke berikutnya.

“Penyebabnya kampas kopling habis, itu yang paling pasti. Selain itu, pelat geseknya sudah menipis atau setelan kopling terlalu jauh sehingga menahan kopling terus. Untuk gir jarang sekali yang bermasalah," ujarnya.

Penyebab lain, tambahnya, oli sudah lama tidak diganti atau tidak sesuai spesifikasi mesin.

Ia menambahkan, sebenarnya selip kopling tidak terlalu berdampak fatal karena 'kuda besi' bisa tetap dikemudikan. Namun, hal tersebut akan mengganggu pengendara, terlebih tipe pengemudi yang agresif, karena tarikan motor tidak akan maksimal.

“Motor tetap bisa dipakai berjalan. Jadi kalau menurut saya pertolongan pertamanya coba ubah setelan kopling. Terus bawa ke bengkel langganan atau resmi untuk pengecekan dan penggantian pelat kopling,” pungkasnya.

Jaket Motor Dilengkapi Pengaman Airbag

Roda Botak - Produsen sepeda motor premium BMW Motorrad mengikuti langkah Ducati membuat jaket yang berfungsi sebagai airbag. Jika Ducati bekerja sama dengan Dainese, maka BMW menggandeng Alpinestars.

Seperti dikutip dari Motorcycle.com, nantinya jaket airbag BMW-Alpinestars tidak hanya tersedia bagi pria, namun juga perempuan. Peluncuran direncanakan dilaksanakan tahun ini.

Cara kerja jaket airbag, baik pada produk Dainese (D-Air System) maupun Alpinestars (Tech Air), cukup mirip. Bedanya, untuk Ducati, sensor diletakkan di motor (khusus model Multisrada), sedangkan BMW, sensor berada di jaket. Keunggulan jika sensor dipasang di jaket, ia bisa bekerja pada sepeda motor merek apa pun.

Sensor, baik di motor maupun jaket, mampu mendeteksi jika pengendara mengalami kecelakaan. Secara otomatis jaket akan mengembang untuk meminimalisasi potensi cedera pada pengendara.

Alpnestars menyatakan sensor pada produknya bisa mendeteksi kecelakaan 30 sampai 60 milisecond setelah kejadian dan airbag bekerja secara penuh 25 milisecond setelahnya.